ARAFAH

Cahaya Imani Haji Umroh – Arafah adalah nama kawasan padang pasir di wilayah Arab Saudi. Kota yang terdekat dengan kawasan padang pasir ini adalah Kota Makkah dengan jarak sekitar 25 km. Lokasinya di sebelah timur Kota Makkah. Bila diartikan dalam bahasa Indonesia, Arafah bermakna memperkenalkan atau mengenal. Tidak diketahui pasti mengapa padang pasir tersebut disebut Arafah yang berarti mengenal atau memperkanalkan.

 Cahaya Imani Haji Umroh wukuf-arafah

Namun, bila dirunut dari sejarah yang diuraikan para ulama, boleh jadi nama Arafah diberikan karena padang pasir ini diyakini sebagai tempat bertemunya kembali Adam dan Hawa setelah terpisah ratusan tahun. Di padang pasir inilah, keduanya kembali saling mengenal.

Setelah diturunkan dari surga untuk menjadi khalifah di bumi, para ulama sepakat bahwa Adam dan Hawa tidak di satu tempat. Tapi, mereka diturunkan di tempat terpisah. Di mana lokasi tepatnya kedua manusia pertama ini diturunkan? Ulama masih silang pendapat mengenai ini. Namun, mereka menyepakati, keduanya bertemu lagi di Padang Arafah, tepatnya di Jabal Rahmah.

 Namun, ada juga yang menyebutkan, di padang pasir inilah, umat Islam dari berbagai penjuru dunia berkumpul untuk melaksanakan wukuf pada musim haji. Dengan berkumpul di satu tempat, seluruh umat Islam yang melaksanakan ibadah wukuf bisa saling mengenal.

Alasan lainnya menyebutkan, di Padang Arafah inilah, umat Islam bisa lebih mengenal atau lebih dekat kepada Allah. Karena, di Padang Arafah itu, umat Islam melakukan wukuf yang berarti berdiam sejenak untuk berzikir, berdoa, beri’tikaf, dan melakukan ibadah lain untuk mencari ridha Allah. Di sanalah para hujjaj (mereka yang sedang melakukan ibadah haji), memasang kemah (tenda) tempat berteduh dari matahari, selama wuquf. jika kita berdiri di atas sebuah bukit atau di tempat wuquf, terlihat sebuah pemandangan yang indah seperti cendawan tumbuh, memenuhi gurun pasir yang terhampar luas seperti lautan yang tiada bertepi. Di sanalah para hujjaj berkumpul pada waktu yang sama, yaitu antara tergelincir matahari tanggal 9 Zulhijjah dan sebelum terbit fajar tanggal 10 Zulhijjah. Bayangkan berapa banyak kemah terpasang, jika yang melakukan ibadah haji lebih dari dua juta orang.

Ada beberapa tempat utama di Arafah yang selalu dijadikan kunjungan jamaah haji:

  • Jabal Rahmah (Gunung Kasih Sayang) atau disebut juga Gunung Arafat atau Gunung Arafah adalah bukit granit di sebelah timur kota Mekah. Di bukit ini, menurut umat Islam, nabi Muhammad berdiri dan menyampaikan Khotbah Perpisahan dengan Kaum Muslim yang telah menemaninya selama ibadah haji menjelang akhir hayatnya. Ketinggian bukit ini sekitar 70 meter. Di bukit ini pula Adam dan Hawa yang sudah terpisah untuk 200 tahun setelah pengusiran mereka dari surga, bertemu dan berkumpul kembali.
  • Masjid Namira, Dinamakan Namirah karena letaknya berdekatan dengan bukit kecil yang berada di sebelah barat Masjid. Bukit ini bernama bukit Namirah. Sebagian dari masjid Namirah yang mengarah ke timur terletak di wadi ‘Uranah. Tempat ini tidak termasuk Arafah dan Rasulallah saw melarang berwukuf di tempat itu, sesuai dengan sabda Rasulallah saw saat melakukan ibadah haji wada’ ”Aku berwukuf di sini, dan Arafat seluruhnya tempat wukuf, kecuali wadi ’Uranah”.  Jadi masjid Namirah yang terletak di dalam wadi ini tidak termasuk Arafah, dan wadi ini sangat berdekatan sekali dengan Arafah. Adapun masjid yang mengarah ke barat termasuk Arafah. Masjid ini sekarang sangat luas, berukuran kurang lebih 8000 meter persegi, memiliki 64 pintu masuk, 6 menara, dan bisa memuat 350 ribu orang untuk solat didalamnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*