BALASAN BAGI INSAN BERTAQWA

Print Friendly, PDF & Email

Balasan Bagi Insan Bertaqwa Kepada hamba-hamba Allah yang bertaqwa, Allah SWT telah menyediakan balasan kebaikan yang berlipat ganda. Dan balasan itu akan Allah berikan kepada hambanya yang bertaqwa di dunia dan juga di akhirat. Akan tetapi balasan yang kami sebutkan disini bukan merupakan pembatasan, namun hanya sekedar beberapa contoh yang disebutkan dalam sebagian dalil, khususnya dari ayat Al-Quran. Balasan-balasab tersebut antara lain sebagai berikut:

  • Mendapat Kemudahan Kemudahan yang Allah berikan kepada hambanya yang bertaqwa berupa makhrajan, yakni solusi atas segala kesulitan hidup yang dihadapi dan pemberian rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka. Berkenaan dengan hal ini Allah SWT berfirman dalam surat Ath-Thalaq ayat 3 yang artinya: “ Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar. Dan memberi rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akn mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (Ath-Thalaq [65] : 3)

Dalam ayat lain, Allah SWT juga berfirman: “Dan barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (Ath-Thalaq [65] : 4)

Mengambil pelajaran dari kedua ayat di atas, bahwa sesungguhnya kesulitan hidup yang sedang kita hadapi sekarang, maka sebenarnya jalan keluarnya sangatlah mudah. Yakni masing-masing diri memperkuat ketaqwaan kepada AllahSWT, maka jalan keluar dari kesulitan hidup itu insya Allah akan segera terwujud.

  • Mendapat Pengampunan Dosa Kiranya tidak keberuntungan yang lebih besar melebihi keberuntungan seorang hamba yang diampuni dosa dan diberiny pahala. Hamba yang mendapatkan pengampunan dosa, hatinya selalu suci, jiwanya bersih, akal dan pikirannya jernih. Kesucian hati, kebersihan jiwa, serta kejernihan akal dan pikiran dapat melahirkan cara pandang yang cemerlang dan tindakan yang membawa kemanfaatan, baik kemanfaatan dunia maupun akhirat. Allah SWT berfirman: “Itulah perintah Allah yang diturunkan-Nya kepada kamu; dan barang siapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akn menutupi kesalahan-kesalahannya dan akan melipatkangandakan pahala baginya.” (Ath-Thalaq [65] : 5)

Ditutupinya kesalahan atau diampuninya dosa seseorang, menurut ayat tersebut adalah berkah dari ketaqwaannya. Dari ayat ini pula dapat kita pahami bahwa manakala aib seseorang terbuka terbuka atau tersebar, pada dasarnya adalah disebabkan dirinya yang tidak bertaqwa. Oleh karena itu, barang siapa yang menginginkan aib dirinya tertutupi, hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya taqwa.

  • Mendapat Mahabbatullah Dalam banyak ayat-Nya, Allah SWT memberi jaminan akan melimpahkan rasa kecintaan (mahabbah) kepada hamba yang bertqwa. Dan di antara tanda ketaqwaan seorang hamba yang sekaligus akan mendapat jaminan mahabbatullah adalah hamba yang senantiasa menepati janji. Allah ta’ala berfirman: “(Bukan demikian), sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat)nya dan bertaqwa, maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertqwa.” (Ali ‘Imran [3] : 76)

Kemudian buah dari mahabbatullah sebagaimana tersebut dalam sebuah hadits, adalah Allah akan menyertai penglihatannya ketika ia melihat, menyertai pendengarannya ketika ia mendengar, menyertai tangannya ketika ia memegang, dan menyertai kakinya saat ia melangkah, dan seterusnya.

  • Mendapat Ma’iyyatullah Ma’iyyatullah artinya kesertaan Allah SWT pada hamba. Allah akan selalu menyertai hamba-hamba yang bertqwa. Ketika seorang hamba mendapat ma’iyyatullah, maka ia menjadi hamba yang paling perkasa si sunia ini. Bagaimana tidak perkasa, sedang ia disertai Allah Dzat Yang Maha Perkasa. Demikian pula, adanya ma’iyyatullah menyebabkan seorang hamba akan dibimbing, ditolong, dilindungi dan dicukupi segala kebutuhannya. Kemudian juga hamba yang mendapat ma’yyatullah, akan disegani oleh musuh-musuhnya lantaran kuatnya ketaqwaan kepada Allah. Allah SWT berfirman: “Bertaqwalah kepada Allah, dan ketauhuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertaqwa.” (Al-Baqarah [2] : 194)
  • Mampu memahami Al-Quran Ketika seorang hamba telah memahami Al-Quran, maka penyataanya selalu benar dan langkah-langkah yang ditempuhnya selalu tepat, karena semuanya berdasarkan petunjuk Al-Quran. Allah SWT berfirman: “Alif laam miim. Kitab (Al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.” (Al-Baqarah [2] : 2)

Menyimpulkan ayat di atas, bahwa tanda-tanda ketaqwaan seorang hamba adalah dibuktikn dengan kepasrahan dirinya dalam menerima dan menjadikan Al-Quran sabagai pedoman hidupnya.

  • Memperoleh Derajat Tertinggi Di sisi Allah Ta’ala, ketinggian derajat sesorang bukan diukur berdasarkan prestasi duniawi. Mereka yang berharta, bertahta atau sukses dalm berbagai urusan duniawi tidak identik dengan kepemilikan derajat yang tinggi. Di sisi Allah, semua manusia dipandang sama, kecuali ketaqwaannya. Tinggi dan rendahnya derajat sesorang berpulang pada tinggi rendahnya tingkat ketaqwaan. Allah SWT berfirman: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling nulia da antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Al-Hujurat [49] : 13)

Ketika kehormatan tidak lagi diukur berdasarkan ketaqwaan, maka manusia akan mencari kehormatan dengan menghalalkan segala cara. Ketika ketaqwaan bukan lagi sebagai standar kehormatan, maka harta benda dan derajat pangkatlah yang menjadi tolak ukur kehormatan. Kalau sudah demikian, nilai-nilai ketaqwaan akan semakin jauh dan terabaikan.

  • Mendapat Kehidupan Penuh Berkah Yang dimaksud berkah adalah kondisi kehidupan yang selalu membuahkan kebaikan dalam skala luas. Ketika seorang hamba bertaqwa kepada Allah SWT, maka seluruh usaha yang dikerjakannya akan mendatangkan berkah, dan seluruh kondisi yang dihadapinya juga akan mendatangkan berkah. Maknanya, apa saja yang ada padanya akan mendatangkan kebaikan. Kondisi kaya mendatangkan kebaikan, miskin pun mendatangkan kebaikan. Allah SWT berfirman: “Jikalau sekiranya penduduk negri-negri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (Al-A’raf [7] : 96)
  • Mendapatkan Busyra Orang-orang bertaqwa akan dijamin mendapatkan busyra, yakni kabar gembira yang selalu menyertai setiap langkahnya. Dengan demikian, orang-orang yang betaqwa akan selalu gembira dan penuh optimis dalam menghadapi kehidupan dunia ini, seberapa pun sulitnya dan apapun keadaannya. Sebagaimana Allah berfirman dalam ayat-Nya: “Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawtiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersidh hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertaqwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perbuatan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar.” (Yunus [10] : 64)
  • Terjaga dari Makar Musuh Kepada hamba-hamba yang bersabar dan bertaqwa, Allah Ta’ala memberi jaminan keselamatan dari makar musuh-musuhnya. Sehebat apa pun maker musuh, secangguh apa pun konspirasi yang dilakukan, semuanya tidak akan mencelakai hamba-hamba yang bertaqwa. Inilah firman Allah Ta’ala: “Jika kamu memperoleh kebaikan, niscya mereka bersedih hati; tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertaqwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemadharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.” (Ali ‘Imran [3] : 120)

Ayat di atas, selain menjelaskan adanya jaminan keselamatan dari maker musuh bagi insane bertaqwa, jiga menjelaskan indikasi sifat munafik. Sifat munafik itu terlihat dari rasa gembira ketika insane bertaqwa mendapat bencana, dan rasa sedih jika insane bertaqwa mendapat kebaikan.

  • Amalnya Diterima Tidak setiap amal hamba pasti diterima Allah SWT, ada sebagian amal yang ditolak dan bahkan dijadikannya laksana debu yang beterbangan. Allah SWT hanya berkenan menerima amal yang didasari atas ketaqwaan. Berdasarkan firman Allah dalam Al-Quran: “Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil), ‘Aku pasti membunuhmu!’ Habil berkata, ‘Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertaqwa’.” (Al-Maidah [5] : 27)
  • Allah Melindungi Keturunannya Orang tua yang bertaqwa menjadi sebab anaknya akan terjaga dari musibah. Diperbaikinya kembali dinding rumah anak yatim yang disebutkan dalam kisah Khidir dalam Al-Quran, adalah fakta akan dilindunginya anak-anak yang lahir dari orang tua yang bertaqwa atau orang tua yang shalih. Inilah sepenggal kisah yang disebutkan dalam Al-Quran tentang terjaganya si anak dari musibah yang merupakan berkah dari ketaqwaan orang tuanya. Allah SWT berfirman: “Adapun dinding rumah itu adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan dibawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang shalih, maka Rabbmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanan itu, sebagi rahmat dari Rabbmu; dan bukanlah aku melakukannya itu menurut kemauanku sendiri. Demikian itu adalah tujuan perbuata-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya.” (Al-Kahfi [18] : 82)
  • Selamat dari Bencana Alam Kisah diadzabnya kaum Tsamud dengan disambar petir dan diselamtkannya orang-orang yang bertaqwa, adalah bukti jaminan Allah untuk tidak mengadzab hamba yang bertaqwa denga bencana alam. Oleh karena itu, yakinlah kita bahwa taqwa akan menjadi benteng kokoh yang dapat melindungi kita dari berbagai musibah yang akan terjadi. Allah SWT berfirman: “Dan adapun kaum Tsamud, maka mereka telah Kami beri petunjuk, tetapi mereka lebih menyukai buta (keseatan) dari petunjuk itu, maka mereka disambar petir adzab yang menghinakan disebabkan apa yang telah mereka kerjakan. Dan Kami selamatkan orang-orang yang beriman dan mereka adalah orang-orang yang bertaqwa.” (Fushshilat [41] : 18)
  • Mendapat Ilmu yang Bermanfaat Kalau sekedar ilmu, selama seseorang mau belajar pasti akan mendapatkan ilmu. Hanya saja, tidak ada jaminan bahwa ilmunya pasti bermanfaat. Akan tetapi, khusus kepada hamba yang bertaqwa, Allah SWT telah menjaminnya akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Bukti kemanfaatan ilmu tersebut antara lain terlihat dari pengerahuan yang diperolehnya akan mendatangkan kebaikan dunia dan akhirat. Tanpa adanya kebaikan di dunia dan di akhirat, jelas sebua ilmu tidak bisa dikatakan bermanfaat. Inilah jaminan Allah dalam Al-Quran yang akan memberi ilmu yang bermanfaat bagi hamba yang bertaqwa. Allah berfirman: “Dan bertaqwalah kalian kepada Allah, maka Allah akan mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Al-Baqarah [2] : 282)
  • Mendapat Bashirah Orang yang bertaqwa dijamin akan mendapat bashirah, yakni ketajaman pandangan sehingga mampu membedakan antara yang haq dan yang batil. Berapa banyak orang mengenal antara yang haq dan yang batil, namun ketiadaan taqwa pada jiwanya, menyebabkan dirinya tidak memiliki bashirah yang mampu membedakan antara haq dan batil. Allah berfirman dalam Al-Quran: “Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqaan dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahan dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (Al-Anfal [8] : 29)
  • Mendapat Balasan Surga Termasuk balasan Allah yang terbaik bagi insan bertaqwa adalah balasan surge. Dan surge hanya disediakan bagi hamba yang dikehendaki Allah untuk memasukinya. Allah Ta’ala berfirman: “Itulah jannah yang akan Kami wariskan kepada hamba-hamba Kami yang selalu bertaqwa.” (Maryam [19] : 63) Pada beberapa ayat yang lain, Allah juga menjelaskan: “Dan bergegaslah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada jannah yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa.” (Ali ‘Imran [3] : 133)

Demikianlah balasan Allah kepada insane bertaqwa, khususnya berdasarkan ayat-ayat Al-Quran. Jika dikupas lebih lanjut berdasarkan hadits-hadits Nabi, sebenarnya masih banyak lagi balasan Allah bagi mereka. Namun, keterbatasan segalanya, kiranya ayat-ayat Al-Quran yang dikemukakan di atas untuk sementara dapat mewakili pembahasan yang ada. Wallahu a’lam bish-shawab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*